Jumat, 11 November 2016

Proyeksi keuangan dan laba rugi



D’ Soft Dessert
Laporan Laba Rugi
Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2015


Penjualan bersih                                                                                              Rp. 675.000,-
Harga pokok penjualan                                                                                  (Rp. 400.000,-)
Laba kotor                                                                                                      Rp. 275.000,-
Beban usaha :
Beban penjualan                                              Rp. 25.000,-
Beban listrik                                                    Rp. 50.000,-
                                                                                                                      (Rp.   75.000,-)
Laba bersih                                                                                                      Rp. 200.000,-

Jumat, 14 Oktober 2016

Analisis SWOT



Dalam program ini, analisis peluang usaha d'softdessert yang dilakukan menggunakan analisis SWOT. Adapun analisis SWOT yang dijelaskan sebagai berikut :

1. Strenght ( Kekuatan yang mendukung usaha) :
- Jumlah bahan yang melimpah
- Harga bahan baku yang murah serta modal yang mencukupi
- Proses pengolahan yang mudah
- Kemampuan membuat puding (kue) 
- Menjual produk untuk semua kalangan masyarakat yang memiliki rasa bahan yang higenis
- Linkungan yang banyak masyarakat
- Harga terjangkau, kalangan manapun bisa membeli

2. Weakness (Kelemahan yang menghambat usaha) :
- Naiknya bahan sembako
- Produknya mudah di tiru
- Tidak punya tempat untuk membuka toko 
- Modal untuk membuka toko tidak mencukupi

3. Opportunity (Peluang dapat di temukan) :
- Mendapat pesanan dari pelanggan
- Keuntungan yang baik

4. Threat (Ancaman usaha) :
- Banyaknya pesaing yang menjual produk dengan harga yang lebih
- Komplain dari konsumen
- Harga barang yang selalu naik
 

Jumat, 30 September 2016

Mengangkat masalah sebagai peluang bisnis (thecnopreneurship)


Masalah yang muncul di sekitar kita ternyata tidak hanya memberikan dampak buruk bagi diri kita dan orang lain. Bahkan sebuah masalah bisa menjadi peluang bisnis yang baik jika kita bisa melihatnya dari berbagai sudut pandang. Yang perlu kita lakukan adalah berfikir terbuka terhadap setiap permasalahan yang muncul di lingkungan sekitar kita dan melihat sisi positif untuk bisa membuatnya menjadi sebuah peluang.
Berbicara tentang peluang dalam bisnis, peluang yang diperoleh oleh seorang pebisnis tidak jauh – jauh dari sebuah masalah. Mengapa demikian? Karena mereka biasanya akan mulai melihat dan mengidentifikasi setiap permasalahan yang muncul di lingkungan sekitar diri mereka, lalu kemudian berfikir untuk bisa menjadi bagian dari solusi masalah tersebut.

Masalah yang kerap kita temukan dalam keidupan sehari-hari yaitu, kesulitannya masyarakat mencari jasa penjualan hidangan pencuci mulut (dessert) untuk berbagai acara besar atau pun acara sederhana yang bisa di percaya dan aman dari bahan kimia yang bisa membahayakan masyakarat dan membuat dampak yang buruk. Tidak hanya itu, dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita juga sering mendapatkan seoarang ibu rumah tangga yang sibuk dengan pekerjaannya, hingga malas dan tidak ada waktu lagi untuk membuat hidangan untuk berbagai acara dengan tangannya sendiri. Dari masalah tersebut kita dapat membuat sebuah bisnis penjualan makanan pencuci mulut dengan menggunakan berbagai media social seperti instagram, facebook, dan bbm untuk mempromosikan usaha kita. Kita dapat memposting gambar-gambar hidangan pencuci mulut yang kita jadikan usaha tersebut dengan tampilan semenarik mungkin, agar masyarakat bisa tertarik dan bisa menjadi pelanggan tetap. 

Semakin bagus cara kita mempromosikan dan meyakinkan usaha kita kepada masyarakat terutamanya ibu-ibu rumah tangga, semakin banyak pulalah orang yang percaya dan memakai jasa kita untuk menyediakan hidangan pencuci mulut dalam berbagai acara. 



Jumat, 28 Maret 2014

Sejarah Singkat Lahirnya Bahasa C

Lahirnya bahasa pemrograman diawali oelh terbentuknya bahasa assembly yang dikembangkan oleh IBM dalam tahun 1956-1963. Bahasa ini termasuk dalam bahasa tingkat rendah (low level language). Pada tahun 1957, sebuah tim yang dipimpin oleh John W. Backus berhasil mengembangkan sebuah bahasa pemrograman baru yang lebih diarahkan untuk proses analisa numerik. Bahasa pemrograman tersebut dinamai dengan FORTRAN (Formula Translation). Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1958, para ilmuwan komputer dari Eropa dan Amerika yang tergabung dalam sebuah komite menciptakan bahasa pemrograman baru yang lebih bersifat sruktural dan dinamakan dengan bahasa ALGOL (Algorithmic Language). Kemudian pada tahun 1964, IBM kembali menciptakan bahasa pemrograman baru dengan nama PL/I (Pemrograman Language 1)  yang lebih ditujukan untuk keperluan bisnis dan penelitian.

Tahun 1969 laboratorium Bell AT&T di Murray, New Jersey menggunakan bahasa assembly untuk mengembangkan sistem operasi Unix yang bertujuan untuk membuat program antarmuka yang bersifat programmer friendly. Setelah Unix berjalan, lahirlah bahasa pemrograman baru yang di tulis oleh Martin Richards dengan nama bahasa BCPL (Basic Combined Programming Language). Kemudian pada tahun 1970, seorang pengembang sistem dari laboratorium tersebut yang bernama Ken Thompson membuat bahasa B yang akan digunakan untuk menulis ulang sistem operasi Unix. Nama 'B' ini konon diambil dari huruf pertama dalam kata BCPL. Karena alasan bahwa bahasa B masih terkesan lambat, maka pada tahun 1971 seorang pengembang sistem bernama Dennis Ritchie, yang juga bekerja di laboratorium yang sama, menciptakan bahasa baru dengan nama C yang bertujuan untuk menulis ulang dan menutupi kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem operasi Unix sebelumnya. Menurut sumber yang ada, nama 'C' ini juga konon diambil dari huruf kedua dalam kata BCPL.

Sejak itu bahasa C terus digunakan untuk memelihara sistem operasi Unix, sampai akhirnya pada tahun 90-an, bahasa C ini digunakan untuk mengembangkan sistem operasi Windows dan sekarang ini digunakan untuk mengembangkan sistem operasi Linux. Selain untuk menulis program yang merupakan embedded system, di kalangan industri hiburan, bahasa C juga banyak digunakan dalam mengembangkan perangkat lunak untuk permainan (game). Hal-hal inilah yang menyebabkan bahasa C menjadi bahasa yang sangat populer di kalangan industri perangkat lunak.

Sumber: I Made Joni & Budi Raharjo, Pemrograman C dan Implementasinya.

Kamis, 27 Maret 2014

Pengertian DDL



DDL (Data Definition Language)
DDL atau Data Definition Language adalah kumpulan perintah pada sql yang berfungsi atau digunakan digunakan untuk membuat, mengubah dan menghapus struktur atau definisi tipe data dari objek-objek yang ada pada database.

Pada DDL terdapat perintah-perintah untuk  membuat, mengubah ataupun menghapus, berikut perintah-perintah dan penjelasannya :
1. Perintah untuk membuat / meng-create :
  • Create Database : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat database baru
  • Create Function : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat fungsi.
  • Create Index : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat index.
  • Create Procedur : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat prosedure.
  • Create Table : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat tabel baru.
  • Create Trigger : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat trigger.
2. Perintah untuk merubah / memanipulasi :
  • Alter table : merupakan perintah yang berfungsi untuk merubah struktur tabel.
3. Perintah untuk menghapus :
  • Drop Database : merupakan perintah yang berfungsi untuk menghapus database.
  • Drop Table : merupakan perintah yang berfungsi untuk menghapus tabel.
Contoh perintah DDL :
DROP nama_databes;
ALTER TABLE nama_tabel ADD JUMLAH INTEGER;

Sumber: http://irpantips4u.blogspot.com/2012/10/pengertian-ddl-data-definition-language.html