Jumat, 30 September 2016

Mengangkat masalah sebagai peluang bisnis (thecnopreneurship)


Masalah yang muncul di sekitar kita ternyata tidak hanya memberikan dampak buruk bagi diri kita dan orang lain. Bahkan sebuah masalah bisa menjadi peluang bisnis yang baik jika kita bisa melihatnya dari berbagai sudut pandang. Yang perlu kita lakukan adalah berfikir terbuka terhadap setiap permasalahan yang muncul di lingkungan sekitar kita dan melihat sisi positif untuk bisa membuatnya menjadi sebuah peluang.
Berbicara tentang peluang dalam bisnis, peluang yang diperoleh oleh seorang pebisnis tidak jauh – jauh dari sebuah masalah. Mengapa demikian? Karena mereka biasanya akan mulai melihat dan mengidentifikasi setiap permasalahan yang muncul di lingkungan sekitar diri mereka, lalu kemudian berfikir untuk bisa menjadi bagian dari solusi masalah tersebut.

Masalah yang kerap kita temukan dalam keidupan sehari-hari yaitu, kesulitannya masyarakat mencari jasa penjualan hidangan pencuci mulut (dessert) untuk berbagai acara besar atau pun acara sederhana yang bisa di percaya dan aman dari bahan kimia yang bisa membahayakan masyakarat dan membuat dampak yang buruk. Tidak hanya itu, dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita juga sering mendapatkan seoarang ibu rumah tangga yang sibuk dengan pekerjaannya, hingga malas dan tidak ada waktu lagi untuk membuat hidangan untuk berbagai acara dengan tangannya sendiri. Dari masalah tersebut kita dapat membuat sebuah bisnis penjualan makanan pencuci mulut dengan menggunakan berbagai media social seperti instagram, facebook, dan bbm untuk mempromosikan usaha kita. Kita dapat memposting gambar-gambar hidangan pencuci mulut yang kita jadikan usaha tersebut dengan tampilan semenarik mungkin, agar masyarakat bisa tertarik dan bisa menjadi pelanggan tetap. 

Semakin bagus cara kita mempromosikan dan meyakinkan usaha kita kepada masyarakat terutamanya ibu-ibu rumah tangga, semakin banyak pulalah orang yang percaya dan memakai jasa kita untuk menyediakan hidangan pencuci mulut dalam berbagai acara. 



2 komentar: